Jumat, 08 September 2017

LOLOS TES CPNS TERNYATA GAMPANG!!!

Cara Jitu Lolos Test CPNS 1x Coba!
No Suap, No KKN

Beberapa waktu lalu, di berbagai WAG yg saya ikuti berseliweran info tentang seleksi CPNS.
"Bener ngga sih? Jangan2 hoax?!" kata Bunga, rekan PTT di kantor saya.
Koment yg lain, "Jika info itu benar, ikutan yuk! Tapi kesempatanku tinggal 1x lagi!"

Sejak kecil hingga Tahun 2008 saya tdk pernah sekalipun tertarik utk jadi PNS. Tapi takdir berkata lain. Sehingga tahun 2009 saya ikut test CPNS untuk kali pertama. DAN BERHASIL!!!

Apakah saya sangat cerdas? Mungkin. Tapi saya yakin ada banyak orang yg lebih cerdas dari saya. Termasuk diri Anda, bisa jadi lebih cerdas dari saya

Apakah saya melakukan suap > Rp.250 juta rupiah utk jadi PNS? Naudzubillah kalo itu sampai terjadi.

Apakah punya koneksi "orang dalam"? Tidak! Dalam tradisi keluarga kami tdk ada yg jadi pegawai negeri.

Apakah faktor kebetulan? Tidak kawan. Banyak yg meyakini bahwa tidak ada yg kebetulan di dunia ini.

Jadi kira2 faktor apakah itu, sehingga saya bisa lolos test CPNS pada percobaan test di tahun pertama?

Jawabannya sudah saya tuangkan di buku ESTELAPETE.

"Di mana saya bisa mendapatkan buku tersebut, Pak Abdurrahman Arraushany?"

Hmm....mohon maaf, buku itu belum ada di pasaran. Sebab masih dalam proses design isi+layout.

Tapi....karena deadline dan sisa waktu Anda terbatas, saya tahu bahwa Anda membutuhkan materi buku tersebut dg segera. Sehingga Anda bisa sesegera mungkin melakukan persiapan untuk menghadapi pertempuran. Dan mempraktekkan isinya. Dan mendapatkan status PNS Anda.

Betul?

"Kemenangan mencintai persiapan!"

Nah, persiapan apa saja yg perlu Anda lakukan?!

Untuk tahu jawaban nya sehingga bisa membantu Anda lolos test CPNS 1 x coba, silahkan kontak saya di:
Abdurrahman
HP/WA 081322313395
FB @abdurrahman arraushany

Saya akan berikan tips dan trik agar Anda lolos test CPNS.
"Oh iya, berapa mahar nya?"

Cukup mentransfer mahar senilai 3-6 mangkok bakso, Anda mendapatkan rahasia Sekali Test Langsung Pecah Telor (Estelapete) dari saya.

Buruan transfer! Agar senjata dan ajian Anda lebih hebat dari peserta ujian test CPNS yg lain.

NB.
PNS adl profesi yg dibenci, sekaligus dirindukan jutaan masyarakat Indonesia.

Anda benci atau rindu?
====
Sekilas info:
Diingatkan, pelaksanaan seleksi CPNS tahun 2017 ini dilakukan berdasarkan prinsip kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari praktik KKN, dan tidak dipungut biaya. Informasi resmi terkait dengan persyaratan pendaftaran dan jadwal dapat diakses mulai hari ini, Selasa tanggal 5 September 2017 pukul 23.00 WIB di Situs Kementerian PANRB www.menpan.go.id, situs BKN: https://sscn.bkn.go.id, serta situs Kementerian/Lembaga yang bersangkutan.

Rabu, 09 Agustus 2017

Cara Murah Beternak Domba Kambing


Mau Beternak Dombing 
Dengan Cost Rendah?
#Yuk Tanam Hijauan Pakan Ternak Unggul

Anda kemungkinan besar sudah mengetahui bahwa domba-kambing (dombing), unta, sapi, dan kerbau adl jenis ternak ruminansia yg butuh serat kasar ketika mengkonsumsi pakan.

Di mana serat kasar berada? Yup, di hijauan pakan ternak=> rerumputan (graminae), dedaunan, dan leguminosa (jenis kacang).

Peternak dg skala usaha kecil (bertahun2 hy pelihara <5 ekor) umumnya mencari hijauan ke sana kemari yg disediakan di alam.

Coba bayangkan. Berpetualang 3-5 jam di hutan, persawahan, pinggir jalan, pematang sawah dan masuk ke kebun orang hanya dapat 25-35 kg saja. Udah rugi waktu dan tenaga kadang harus bertemu dg ular yg menjijikkan dan kena omelan tetangga. Anda ngga mau terus begitu kan?

Agar usaha menguntungkan secara ekonomi, skala usaha dombing ya wajib ditingkatkan. Idealnya suami-istri pelihara dombing 200-300 ekor. (Jika ribet perlu tambah 1-2 org anak kandang juga boleh :) )

Jika dombingnya tambah banyak, yakin mo tetap cari hijauan di alam??

Saya doakan Anda jadi juragan dombing. Jika dombing sudah ratusan ekor, Rumput BB (brachiaria brizantha) seperti yg saya tanam dan ada di belakang saya (seperti di photo) bisa Anda jadikan solusi.
Rumput ini sangat mudah bertumbuh dan berkembang. Cara tanamnya pun sangat mudah. Bisa stek bisa juga pols (sobekan batang dan akar).

Bibit rumput BB kali pertama saya dapatkan dr Padang Mengatas. Saya hy membuat lubang dg cangkul dan meletakkan stek bibit BB dan menimbunnya dg tanah. Habis itu saya siram. Kurang dari seminggu eh sudah tumbuh tunas.

Oh iya, yg bikin saya suka dr rumput ini adalah selain bisa dijadikan rumput potongan dan dikeringkan menjadi hay (dan atau diolah menjadi rumput amoniasi dg menambah urea), rumput ini juga tahan injakan lho. Jadi cocok jika ditanam di padang gembalaan. Jangankan Diinjak dombing, diinjak-injak sapi dan kerbau pun tetap eksis rumputnya.

Ngga percaya?! Coba buktikan sendiri

Nah, kl anda punya kebun rumput BB yg ditumpangsari dg legum seperti gamal, indigofera, saga, dan lamtoro untuk memenuhi kebutuhan pakan dombing dan sapi dan kerbau, tentu keren. Cost pakan jadi murah meriah. Anda tahu kan kl biaya pakan menempati 60-70% dari biaya produksi? Kl cost produksi murah, tentu laba/margin usaha dan bisnis Anda pasti gurih. Mau???

Eh, satu lagi. Rumput BB juga bisa digunakan untuk menahan erosi tanah dan menyuburkan tanah. tahan kekeringan lho. Dan......rumput ini sangat tahan terhadap kekeringan. Jadi musim kemarau ngga perlu takut kekurangan pakan ternak.   

#himdafarm
#impiansejutaekordombing12012025

=====
Hasil analisa Proksimat, kandungan Rumput BB adalah sebagai berikut:
1. PK 11,55%
2. SK 34,12%
3. LK 1,18%
4. Abu 10,12%
5. BETN 43,57%
6.Ca = 0,40
7.P = 0,13

NB.
Untuk mendapatkan bibit rumput BB, silahkan koontak

Abdurrahman Arraushany
HP/WA 081322313395
FB. abdurrahman arraushany









(Dokumentasi ini kami ambil Pada Bulan Agustus 2017 di Kebun Hijauan Pakan Ternak yang berlokasi di Pamekasan-Madura yang terkenal panas, gersang dan tandus)































Rabu, 12 Juli 2017

6 HAL PEMBEDA PETERNAK KAYA VS PETERNAK MISKIN

6 HAL PEMBEDA
PETERNAK KAYA VS PETERNAK MISKIN



Pola pikir dan pola sikap peternak kaya itu berbeda dg pola pikir dan pola sikap peternak miskin dan kelas menengah.

Apa yg membedakan?

Berikut ringkasannya:
1.Peternak kaya bilang, "Aku menciptakan hidupku sendiri (ikhtiar secara optimal). Peternak miskin percaya, " Hidup sudah digariskan (pasrah ke takdir)

2.peternak kaya bermain untuk beroleh kemenangan (prinsip bertahan dan menyerang). Peternak miskin bermain agar tidak kalah (prinsip bertahan tanpa menyerang)

3.Peternak kaya berusaha menjadi kaya. Peternak miskin tidak berupaya mjd kaya
Contoh:
Lahan yg ada dibiarkan saja sehingga hanya ditumbuhi rumput lapang dan semak belukar.
Padahal jika mau, lahan bisa ditanami berbagai jenis Hijauan Pakan Ternak (HPT) Unggul.

4.Peternak kaya memikirkan hal besar. Peternak miskin memikirkan hal kecil

5.Peternak kaya lbh besar dari persoalan mereka. Peternak miskin lebih kecil dari persoalan mereka

6.Peternak kaya berfokus pada peluang. Peternak miskin berfokus pada masalah

=======
*terinspirasi dari "Six Ways Of Thinking Rich" karya T.Harv Eker


 Hasil gambar untuk peternak kambing kaya

Minggu, 19 Maret 2017

ALPU: BUKTI INDONESIA SEBENARNYA MAMPU MENCETAK AYAM KAMPUNG PEDAGING UNGGUL KELAS DUNIA



Resensi Buku

ALPU: 
BUKTI INDONESIA SEBENARNYA MAMPU MENCETAK AYAM KAMPUNG 
PEDAGING UNGGUL KELAS DUNIA

Oleh Abdurrahman Arraushany*

Judul Buku
:
Ayam Kampung Pedaging Unggul
Nama   Pengarang
:
Dr.Ir.M.Aman Yaman, M.Agric.Sc
Nama Penerbit
:
Penebar Swadaya
Ketebalan Buku
:
IV + 132 Halaman
Cetakan
:
I (Edisi Revisi)
Tahun Terbit
:
2013

Menyedihkan. Hingga hari ini Indonesia masih saja mengimpor 100% Grand Parent Stock (GPS) Ayam Pedaging (Broiler) dan Ayam Petelur (Layer) dari negara lain untuk memproduksi Parent Stock (PS) dan Final Stock (FS) atau Commercial Stock (CS) yang digunakan sebagai sarana produksi unggas untuk menghasilkan daging dan telur ayam sehingga kebutuhan masyarakat akan protein hewani asal ternak bagi lebih dari 250 juta penduduk bisa tercukupi. 

Mengapa sejak merdeka hingga sekarang kita masih saja impor bibit GPS dan sebagian bibit PS ayam? Apakah Negara dengan penduduk terbesar ke-4 dunia kekurangan SDM? Apakah para ahli yang diluluskan lebih dari 60 fakultas dan atau prodi peternakan di dalam negeri dan ahli jebolan berbagai kampus bergengsi di Luar Negeri tak ada yang mumpuni? Apakah negara kita memiliki keterbatasan Sumber Daya genetik Hewan (SDGH) ayam asli/lokal Nusantara yang bisa dijadikan sebagai materi dasar dalam pembentukan Strain Ayam Lokal Pedaging/Petelur Unggul? 

METHODE DAN PRINSIP YANG DIGUNAKAN UNTUK MENCETAK AYAM LOKAL PEDAGING UNGGUL (ALPU)

Sekitar 14 tahun silam (Tepatnya di Tahun 2007), Dr. Tike Sartika dan Dr.Ir. Sofjan Iskandar dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor menerbitkan buku keren berjudul “Mengenal Plasma Nutfah Ayam Indonesia dan Pemanfaatannya”. Di dalam buku tersebut disampaikan bahwa Indonesia memiliki lebih dari 40 jenis ayam asli/lokal yang telah menyatu dengan kehidupan masyarakat dan telah dimanfaatkan untuk berbagai keperluan penduduk Indonesia seperti untuk menghasillkan daging, telur, sebagai hewan klangenan, hiburan, hias, suara, pelengkap perayaan tertentu dan budaya tertentu, dan yang lainnya.

Program dan kegiatan yang ditujukan untuk mengembangkan dan meningkatkan populasi, produksi, reproduksi dan produktivitas Ayam Asli/Lokal di Indonesia telah, sedang dan akan terus dilakukan baik oleh peternak unggas mandiri, kelompok/organisasi peternak unggas asli/lokal Indonesia (seperti HIMPULI), dan juga pemerintah/negara (Seperti Balitnak dan berbagai kampus Negeri seperti di Universitas Syiah Kuala - Banda Aceh). Namun walaupun begitu, sudah 70 tahun negara kita merdeka, kita belum juga mampu mencetak satu pun Strain Ayam Pedaging dan Petelur Unggul kelas dunia yang berasal dari pemanfaatan SDGH Ayam Asli/Lokal Indonesia.

Syukurlah ada 'aktivis kampus' dari Universitas Syiah Kuala – Banda Aceh yang seorang Dosen Fakultas Peternakan yang telah melakukan action dan bersedia membagi ilmu pengetahuan dan teknologi hasil penelitiannya yang digunakan dalam mencetak Ayam Lokal Pedaging Unggul (ALPU). 

Membaca buku ini, saya jadi terikat potongan kehidupan saya di Tahun 2006 s/d 2009 ketika saya bergabung dengan PT Wonokoyo Jaya Corporindo Devisi Breeding Farm di Unit Farm Jabung, Unit Hatchery Singosari dan Unit Farm Singosari 1 – Klampok – Singosari Malang.  Secara singkat, apa yang pernah kami lakukan di perusahaan perunggasaan yang menguasai pangsa pasar Indonesia Wilayah Timur untuk mencetak FS/CS ayam pedaging Strain Hubbard Classic, Strain Hubbard Flex dan Strain Cobb ternyata ‘sama persis’ dengan apa yang dibeberkan di buku yang ditulis oleh Pak Dosen, Bapak Dr.Ir.M.Aman Yaman, M.Agric.Sc dalam upaya mencetak ALPU. 



ALPU merupakan nama yang dipopulerkan untuk membedakan antara Ayam Kampung Pedaging Asli/Lokal, Ayam Ras Pedaging (Broiler) dan ayam-ayam hasil Crossbreeding lainnya yang menggunakan Ayam Kampung sebagai pejantan ataupun sebagai induk yang di masyarakat dikenal dengan istilah Joper (Jowo Super)

Perbedaan ALPU dengan ayam lainnya adalah terletak apda asal-usul genetik dan teknologi pemuliabiakan yang diterapkan. ALPU dicetak melalui proses panjang dari induk dan pejantan yang telah melewati proses seleksi (selection program), termasuk progeni test (alias test kemampuan pejantan yang menjadi tetuanya yang dilihat dari kemampuan anak-anak yang dihasilkannya) pada setiap fase anak yang dilahirkan dan memenuhi kriteria sebagai ayam pedaging yang lebih produktif dibanding Ayam Asli/Lokal lainnya (termasuk dibanding dengan tetuanya).

Prinsip dasar dalam mencetak ALPU adalah melakukan seleksi terhadap induk dan pejantan Ayam Kampung secara berkelanjutan dengan kriteria eksterior ayam potong sehingga menghasilkan keturunan dengan tingkat produksi lebih baik dan karakteristik lebih seragam. Pelaksanaan program breeding-nya dimulai dengan melakukan seleksi bertahap dengan menggunakan parameter yang telah teruji berkorelasi positif dengan kriteria ayam pedaging.  Pemilihan parameter eksterior yang menjadi dasar seleksi ALPU juga telah dipertimbangkan atas dasar tujuan seleksi, nilai heritabilitas (angka pewarisan) suatu sifat, nilai ekonomis dari peningkatan sifat, korelasi antar sifat, biaya serta waktu yang dibutuhkan untuk suatu program seleksi.

Adapun sifat-sifat yabg bernilai ekonomis tinggi yang menjadi tujuan dari program seleksi ternak di antaranya adalah: fertilitas, daya hidup, bobot tetas, pertambahan bobot badan, bobot badan dewasa, masa dewasa tubuh, serta masa dewasa kelamin, tipe serta konformasi tubuh dan kualitas bulu/warna bulu.

Sedangkan prinsip dari methode seleksi ALPU adalah ukuran tubuh ayam pedaging yang sangat ditentukan oleh ukuran tubuh induk yang bermutu. Methode yang telah dilakukan oleh Pak Aman Yaman terbukti mampu menghasilkan ayam pedaging yang tumbuh lebih cepat (faster growing chicken) dibandingkan ayam Asli/Lokal yang seumur. Parameter eksterior yang digunakan yaitu luas tulang kepala, lebar punggung, panjang badan, kedalaman tubuh, lingkar paha dan berat karkas.

Umumnya kita mengetahui bahwa potensi genetik Ayam Kampung di Indonesia keberagamannya sangat tinggi. Di mana hal ini dipengaruhi oleh keberagaman mutu genetik sang induk yang disebabkan hasil kawin bebas antar ayam karena dipelihara masyarakat dengan pola ekstensif atau semi intensif, sehingga pekawinan tidak bisa dikontrol. Selain itu, tampilan performa Ayam Kampung Asli/Lokal di Indoensia juga sangat ditentukan oleh kecukupan nutrisi baik jumlah maupun mutu yang dikonsumsi ayam pada setiap fase kehidupannya. Di mana kebutuhan nutrisi ayam akan zat gizi ini sangat ditentukan oleh sifat tumbuh dan produksi ayam sehingga ekspresi genetik akan muncul secara optimal.

ALPU atau kandidat ALPU harus memiliki bagian otot paha dan dada yang sangat respon dengan kondisi nutrisi yang diberikan. Semakin tinggi nutrisi maka kedua jenis otot pada ALPU ini diharapkan bisa berkembang optimal.

ALPU yang dicetak Pak Aman Yaman dengan meggunakan methode tertentu yang dulu 'dirahasiakan' dan kini telah dibagikan kepada Anda dan pembaca lainnya, telah menghasilkan ayam pedaging unggul dengan tingkat keseragaman produksi lebih dari 80%. Sedangkan bentuk dan postur tubuh, warna kaki, bentuk pial, kecepatan tumbuh, keseragaman produktivitas dan bobot badan Ayam ALPU pun berbeda dengan Ayam Kampung pada umumnya.

Menurut Pak Aman, Ayam ALPU dibagi menjadi 2 kategori: ALPU Berat dan ALPU Medium. Perbedaannya terletak pada kecepatan tumbuh dan capaian tingkat keseragaman produksi dari total populasi ayam yang dipelihara.  

Keunggulan ALPU dibanding Ayam Kampung pada umumnya adalah sebagai berikut:
1.      Ayam ALPU bisa dipanen di umur 6-14 minggu (dengan capaian rataan BB 780 gram sd 1.596 gram setiap ekornya). Bandingkan dengan umur yang sama Ayam Kampung umumnya hanya mencapai 667 gram sd 1.487 gram 
2.      Ayam ALPU memiliki keseragaman antara 83-86% dari total populasi (bandingkan dengan Ayam Kampung yang memiliki keseragaman [uniformity]  kurang dari 50%)
3.      Prosentase karkas mencapai 78,6% (bandingkan dengan Ayam Kampung yang hanya mencapai <60%)
4.      Harga daging dan telur ayam ALPU lebih tinggi (harga daging Rp. 45-47 ribu per kg daging dan telurnya mencapai Rp. 2.000 per butir). Bandingkan dengan Ayam Kampung yang harga dagingnya hanya mencapai Rp. 39-42 ribu per kg daging dan telurnya hanya dihargai Rp.1.600-1.800 per butir)
5.      Prosentase bagian karkas, terutama bagian dada dan pahanya, lebih dominan
6.      Karkas bagian belakang bagian badan sangat tebal
7.      Prosentase lemak abdomen (perut) sangat rendah
8.      Tekstur karkas kenyal padat dan serat ototnya halus
9.      Warna karkas segar kemerahan

Kelebihan Buku

Buku ini ditulis oleh seorang dosen Peternakan lulusan Nagoya University - Jepang yang mengambil konsentrasi kajian Genetika Aplikasi dan Ilmu Nutrisi Ternak. Sehingga isinya berasa sangat bergizi. Ketika ditampilkan dengan bahasa yang populer, hasil penelitian beliau bersama Tim yang biasanya menggunakan bahasa ‘serius’, berubah menjadi 'kudapan renyah' sehingga mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.

Kekurangan Buku

Buku ini tidak menjelaskan sama sekali jenis Ayam Kampung yang dijadikan sebagai tetua ayam ALPU. Sehingga informasinya seolah 'terputus'. 

Yang kedua, kekurangan buku ini masih saja fokus terhadap objek berupa ‘ayam lokal’ nya untuk dicetak menjadi ALPU.  Padahal, usaha untuk mencetak Ayam Lokal Pedaging atau Petelur Unggul Kelas Dunia membutuhkan lebih dari itu. Ketika kita hanya fokus ke objek ‘ayam’ nya maka mau tidak mau kita hanya mampu menggunakan pemikiran 'dangkal' dan atau pemikiran 'mendalam.' Tidak sampai kepada pemikiran 'cemerlang.' 

Untuk mewujudkan puluhan Strain Ayam Pedaging/Petelur Unggul Kelas Dunia bahkan mewujudkan Indonesia menjadi Pusat Bibit Ayam Dunia tentu membutuhkan pemikiran cemerlang, tak cukup hanya menggunakan pemikiran mendalam apalagi hanya pemikiran dangkal. 

Bagaimana mewujudkan pemikiran cemerlang? Tak lain kita menjawab 3 Simpul Pertanyaan Besar (al uqdatul Kubro) yang meliputi 3 pertanyaan mendasar (yakni dari mana 3 makhluk [alam semesta, manusia dan kehidupan] ini berasal, mau apa 3 makhluk ini ada di dunia, dan mau kemana 3 makhluk ini setelah kehidupan dunia). Dan pertanyaan-pertanyaan yang membangkitkan tersebut hanya bisa dijawab oleh aqidah.  Dengan aqidah yang jelas, maka  upaya mencetak produk unggul seperti mencetak Strain Ayam Pedaging/Petelur Unggul sehingga bisa dimanfaatkan demi kepentingan manusia di bumi adalah perkara mudah.

Aqidah menjadi dasar dari bangunan mabda (ideologi) yang diterapkan oleh suatu negara. Jadi jika kita mau mencetak Ayam Unggul Pedaging/Petelur Kelas Dunia, wajib bagi negara kita menentukan kembali secara terang-terangan mabda yang akan diterapkan di negeri ini: apakah menerapkan Mabda Islam dengan Aqidah Islamnya (mengingat 85,2% penduduk Indonesia beragama Islam), atau Mabda Kapitalisme dengan Aqidah Sekularisme (memisahkan agama dengan kehidupan) atau justru mengambil Mabda Sosialisme – Komunisme dengan Aqidah Evolusi dan Dialektika Materialisme. Jika hal tersebut tidak dilakukan, maka sampai kapanpun Indonesia hanya akan menjadi konsumen bagi bibit Ayam GPS, PS bahkan FS dari negara lain. Ngga mau hal ini terus berlangsung, kan?

Nah, di balik kekurangan dan keterbatasan yang dimiliki buku ini, tentu kita perlu mengapresiasi upaya Pak Dosen yang telah berupaya untuk menginspirasi dan memotivasi masyarakat untuk bergerak bersama-sama sehingga ke depan Indonesia mampu mencetak ALPU bukan hanya 1 Strain, namun mampu mencetak lebih dari 34 Strain Ayam Unggul yang mewakili jumlah Provinsi di Indonesia. 

Semoga impian ini segera mewujud menjadi kenyataan.  Aamiin.

===========
*Abdurrahman Arraushany merupakan nama Pena dari Abdul Rohman SPt, seorang Wasbitnak Ahli Pertama di UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan Madura Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Sebelum menjadi PNS, beliau bergabung di PT Wonokoyo Jaya Corporindo (2006-2010) di Unit Farm Jabung (Jenis Layer Strain Ross), Unit Hatchery Singosari dan Unit Farm Singosari 1 (Jenis Broiler Strain Hubbard Flex dan Cobb)


Senin, 13 Maret 2017

Resensi Buku: GURIHNYA BERBISNIS KROTO

Resensi Buku

GURIHNYA BERBISNIS KROTO

Oleh Abdurrahman Arraushany*

 
Judul Buku : Budidaya Dan Bisnis Kroto Tanpa Modal Untung Besar
Nama Pengarang : Fajar Subekti dan Fadila F.Armadita
Nama Penerbit : Penerbit Padi
Ketebalan Buku : 102 Halaman
Tahun Terbit : 2014
Ukuran Buku : 17,5 cm x 24 cm

Di kebun sekitar rumah Anda ada Semut Rangrang? Anda pernah digigit? Bagaimana rasanya? Rasa gigitannya yang super pedas dari Semut Rangrang ini mungkin akan membuat Anda bersegera mengambil obat serangga Merk "Baygon" atau "Hit" agar hewan pecinta gula ini musnah dan tidak lagi menggigit Anda dan keluarga tercinta. Stop!!!! Jangan lakukan itu. Sebab Semut Rangrang dan 'bayi' nya ternyata bisa membuat kantong Anda menebal lho. Koq bisa? Manfaatkan saja Semut Rangrang ini sebagai predator bagi hama tanaman buah di kebun Anda, koloninya bisa Anda jual sebagai bibit Semut Merah bagi para penangkar dan bayinya yang bernama "kroto" bisa Anda jual sebagai pakan burung kicauan dan burung hias serta sebagai umpan para mancingmania. 


Kroto merupakan istilah Jawa yang digunakan untuk menyebut telur Semut Merah atau Semut Rangrang (Oecophylla smaragdina). Bentuk kroto mirip dengan butiran nasi beras. Ukurannya hanya sekitar satu centimeter dengan diameter hanya lima milimeter. 

Kroto dipercaya memiliki kandungan protein tinggi sehingga biasa dimanfaatkan sebagai pakan berkualitas bagi burung kicauan dan burung hias. Burung kicauan yang diberi pakan menu kroto terbukti bersuara nyaring, jernih dan frekuensi kicauannya bertambah sering. Selain itu, kandungan vitamin dan asam amino pada kroto yang juga cukup tinggi terbukti mampu menjadikan bulu burung lebih sehat dan bersinar. 

Bertambahnya jumlah penggemar burung kicauan dan burung hias serta orang-orang yang hobi mancing (alias mancingmania) menyebabkan permintaan kroto di beberapa daerah menjadi sangat tinggi. Akibatnya eksploitasi kroto di alam pun tak bisa dihindarkan. Jika hal ini dibiarkan saja maka bukan mustahil keberadaan Semut Merah di alam akan kritis dan bahkan musnah. Dampak dari musnahnya Semut Rangrang barangkali belum banyak disadari oleh kita. Padahal jika itu terjadi efeknya lumayan mengerikan. 

Secara alami, Semut Rangrang merupakan predator bagi hama tanaman. Jika predator ini musnah tentu keseimbangan alam akan terganggu. Tanpa predator, maka hama tanaman (kutu buah, kutu daun, dan ulat) akan membludak. Dampaknya produksi tanaman pangan (termasuk buah-buahan) akan menurun dengan kualitas yang kurang baik. Jika ini terjadi, maka bencana ketakutan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa jelas tak akan bisa kita hindari. 

Oleh karena itu diperlukan upaya manusia yang telah ditunjuk Allah swt sebagai khalifah fil ardhi untuk memperbaiki kondisi alam dan kehidupan yang rusak dan atau menuju kerusakan kepada kondisi yang baik dan lebih menyejahterakan. 

Manusia dengan potensi akalnya pasti mampu untuk mengelola bumi. Jika eksploitasi kroto dari alam secara besar-besaran telah terjadi dan menyebabkan semakin langkanya Semut Merah dan menurunkan hasil tangkapan kroto, maka tak ada jalan lain kecuali kita berupaya meningkatkan populasi, produksi, reproduksi dan produktivitas Semut Merah. 

Upaya meningkatkan populasi, produksi, reproduksi dan produktivitas Semut Merah adalah dengan melakukan penangkaran, baik secara alami maupun secara buatan. Penangkaran secara alami dilakukan dengan menggalakkan program atau kegiatan untuk menanam tanaman buah atau hijauan pakan ternak di kebun atau lahan yang kita miliki. Dengan semakin banyak pohon yang kita tanam maka udara akan semakin bersih dan segar. Produksi buah secara mandiri di negeri kita jelas akan mengurangi upaya importasi buah-buahan dari luar negeri yang seringkali tercemar bakteri dan virus serta menggunakan zat-zat yang membahayakan manusia dan kehidupan.

Penangkaran secara alami dilakukan dengan memperbanyak koloni Semut Merah. Teknologi 'tertua' berkaitan dengan ini bisa ditemukan di China sekitar 2 abad silam. Petani buah di China menggunakan Semut Rangrang untuk mengatasi serangan hama tanaman buah. Yang dilakukan petani di Negeri Tirai Bambu adalah dengan memasang galah atau kayu penghubung antar pohon sehingga Semut Merah bisa berpindah dari satu pohon ke pohon lainnya dengan mudah. 

Jika koloni Semut Merah semakin banyak, maka produksi kroto juga akan semakin meningkat. Selain itu, pohon tanaman buah yang ada koloni Semut Rangrangnya ini terbukti mampu memproduksi buah lebih tinggi dengan rasa lebih manis dibanding pohon lain yang tanpa koloni Semut Merah. 

Sedangkan penangkaran buatan bisa dilakukan dengan membuat 'Farm Semut Rangrang". Media budidaya yang biasa digunakan oleh penangkar biasanya menggunakan stoples mika, tabung bambu, anyaman bambu (besek), kardus, pipa paralon (PVC), dan media lainnya. Tentu masing-masing media memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Di dalam upaya penangkaran Semut Merah secara buatan penulis buku ini menyarankan agar para penangkar mempelajari seluk beluk Semut Rangrang terlebih dahulu. Mengetahui detail kehidupan semut, apa yang menjadi kesukaan semut dan apa yang 'dibenci' semut juga sangat penting. Sebab, kegagalan penangkaran buatan berupa kematian semut yang cukup tinggi atau semut lari lebih banyak disebabkan oleh human error si penangkar. 

Keuntungan material dari bisnis Semut Merah dan kroto ini memang sangat menggiurkan dan berasa gurih. Namun sebaiknya para penangkar pemula atau peternak pemula jangan hanya tertarik dengan keuntungan materialnya tanpa mau berlelah-lelah menyiapkan diri dengan memiliki ilmu dan kecerdasan skolastik, komunikasi dan finansial yang akan sangat berpengaruh di dalam upaya meraih kesuksesan usaha dan bisnis kroto ini.
 
Ngomong-ngomong, ada yang tau harga kroto di pasaran? Di masing-masing daerah harga kroto memang bervariasi. Sebagai patokan biasanya harga kroto per kg berkisar antara Rp.180.000,- sd Rp.350.000,-  Jika Anda menangkarkan Semut Rangrang di toples mika berdiameter 10-12 cm, maka setiap 21-30 hari sekali Anda akan panen minimal 50 gram kroto. Berapa kilogram kroto yang akan Anda hasilkan jika Anda memiliki 10.000 toples? Silahkan dihitung sendiri ya.

Kelebihan Buku

Buku ini ditulis oleh Praktisi Semut Rangrang yang ada di Jogjakarta.  Nama lembaga yang dibentuknya adalah +KrotoJogja. Oleh karena itu, pembahasan masing-masing bab lumayan mendalam. Di samping itu, isi buku juga runut dari menjelaskan apa itu kroto, seperti apa Semut Merah dan pembagian kasta dalam koloni semut, kemudian teknik penangkaran yang berhasil hingga dilengkapi dengan analisa usaha pengangkaran Semut Rangrang. Dengan panduan buku ini, bagi Anda yang pemula sekalipun ketika menerjuni usaha dan bisnis ini insyaallah ngga akan mengalami kebingungan.

Kekurangan Buku

Buku ini masih 'percaya' dengan teori lama yang diyakini oleh akademisi dalam negeri yang mengatakan bahwa yang bisa bertelur dan memproduksi kroto adalah hanya Semut Ratu. Faktanya tidaklah begitu. Di luar negeri sudah lama diyakini dan dibuktikan bahwa Semut Ratu, Semut Pekerja dan Semut Prajurit yang berkelamin betina ternyata semuanya bisa bertelur dan menghasilkan kroto. Sedangkan semut jantannya hanya bertugas mengawini semut-semut betina (Semut ratu, Semut Pekerja dan Semut Prajurit). Tak ada tugas lainnya dari si semut jantan kecuali hanya kawin. Dan setelah melaksanakan tugas yang mulia tersebut semut jantan kemudian mati menghadap ilahi. 

================ 
*Abdurrahman Arraushany adalah nama pena dari Abdul Rohman, SPt. Seoran fungsional Pengawas Bibit Ternak Ahli Pertama di UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan Madura Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur